KBCF Gelar Pelatihan ToC dan Teknik Fasilitasi

11 February 2023

Ahmad Tsaqib

SAMARINDA. Tepatnya di Hotel Horison, Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menyelenggarakan pelatihan Theory of Change (ToC). Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari dari Selasa, 7 Februari 2023. Sebanyak 15 staff KBCF terdiri dari staff program dan keuangan terlibat dalam pelatihan ini. Narasumber dan fasilitator dalam pelatihan ini berasal dari Yayasan Satunama Yogyakarta yaitu Direktur Eksekutif, William E. Aipipidely dan Kepala Departemen PBPM, Suharsih.

Berangkat dari kebutuhan pentingnya menyusun sebuah perencanaan program menjadi salah satu faktor mengapa pelatihan ini diselenggarakan. Pentingnya pemahaman pelaku pembangunan dalam membuat model perencanaan menjadi modal tersendiri untuk membangun perencanaan yang tepat sasaran. Utamanya perhutanan sosial. Dengan tagline visinya “Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera”, menjadi sebuah mimpi bersama bagi setiap pelaku perhutanan sosial.

Tentu mimpi tersebut tidak dapat tercapai dalam waktu singkat. Perlu adanya peningkatan kapasitas parapihak dan penguatan kerjasama. “Tujuan dari pelatihan ini akan lahir teman-teman pegiat perhutanan sosial yang ahli dalam merencanakan program. Tentu pengetahuan yang diterima teman-teman harus sampai kepada masyarakat dampingan di lapangan”, kata William E. Aipipidely, Direktur Eksekutif Yayasan Satunama Yogyakarta. “Saya juga ingin menyampaikan bahwa kita sebagai CSO dan pelaku pembangunan harus memahami bagaimana membuat alur perubahan yang logic dan efisien”, lanjut William.

Selain ToC, peserta pelatihan juga dibekali dengan pengetahuan bagaimana membuat narasi perubahan dalam suatu cerita. Dikenal dengan narasi perubahan most significant change (MSC). Tidak hanya soal narasi, MSC juga dikenal sebagai alat untuk mengukur perkembangan program dengan metode kualitatif. MSC juga menjadi kebutuhan dalam sebuah program sebagai alat monitoring.

Pelatihan berlanjut pada hari keempat. Bertemakan pelatihan teknik fasilitasi, pelatihan melibatkan staff magang dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Sebanyak 6 peserta baru berpartisipasi dalam pelatihan teknik fasilitasi. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan bagaimana memfasilitasi pertemuan. Berawal dari proses membangun kepercayaan hingga mekanisme membangun suatu forum yang di dalamnya terdapat partisipasi aktif masyarakat.

“Prinsip teknik fasilitasi adalah bagaimana kita sebagai fasilitator dapat membuat suatu hal rumit menjadi mudah”, Ujar Suharsih, Kepala Departemen PBPM Yayasan Satunama Yogyakarta. Agar memudahkan pemahaman peserta dalam memahami materi, fasilitator membuat satu mekanisme bermain peran. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan memfasilitasi pertemuan. Selain itu, bagaimana menghadapi mekanisme forum yang berada diluar kendali dan tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Dalam kesempatan pelatihan ini, Mukti Ali, Direktur KBCF menyampaikan salam penutupnya. “Pelatihan ToC dan teknik fasilitasi merupakan modal dalam menyusun sebuah perencanaan yang baik. Hal ini berlaku untuk teman-teman baik yang bekerja di lapangan ataupun staff program. Harapannya, apa yang sudah kita dapatkan selama 6 hari ini bisa kita manfaatkan dengan baik. Tentu dengan tujuan kita bagaimana membuat perubahan dalam pengembangan sebuah daerah”, Jelas Mukti.

Pernyataan juga datang dari peserta pelatihan. “Tentu ini menjadi momentum yang menyegarkan kita. Saya sendiri baru pertama kali mengikuti dan mendapatkan pelatihan tentang ToC ini. Tapi dampaknya baik sekali terutama untuk kita fasilitator yang bekerja di lapangan. Tantangannya kemudian bagaimana implementasi apa yang sudah kita dapatkan untuk kemudian kita bagi ke masyarakat”, Kata Kurnia, fasilitator lapangan.

Artikel Serupa