Pelatihan Pengendalian Karhutla Bagi Lembaga Pengelola Hutan Desa

3 May 2024

Ahmad Tsaqib

Pada 29 April hingga 2 Mei 2024, Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mengadakan pelatihan bertajuk pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan ini menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Telake yang beroperasi di wilayah Paser serta KPH Damai yang beroperasi di  Kutai Barat. Kegiatan yang digelar selama empat hari ini berlokasi di gedung balai pertemuan umum, Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat.

Peserta merupakan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dari empat kampung/desa, antara lain Kampung Lakan Bilem dan Intu Lingau (Kabupaten Kutai Barat), Desa Semuntai (Kabupaten Paser) serta Desa Karangan Hilir (Kabupaten Kutai Timur). Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan serta peningkatan kapasitas LPHD selaku pemegang izin kelola Perhutanan Sosial dalam pengamanan dan pengendalian kebakaran di kawasan Hutan Desa.

Acara dibuka secara resmi oleh Abet Nego, selaku petinggi Kampung Intu Lingau. Ia menyambut hangat kedatangan para peserta. “Kami ucapkan selamat datang kepada peserta dari berbagai kampung. Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, namun waktunya kurang pas, saat sedang tidak musim durian. Kampung kami terkenal dengan hasil buah durian yang lezat,” Ujar Abet diiringi kelakar ringan.

Antusias peserta dari Desa Semuntai dan Karangan Hilir sangat besar, karena baru pertama kali menginjakan kaki di Kabupaten Kutai Barat. Mereka merasa senang dapat bertemu rekan-rekan pengelola Hutan Desa dari daerah lain.

Pada pelatihan ini dibentuk regu pengendali kebakaran hutan. Jumlahnya terdiri dari lima orang dari tiap desa. Sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta dibekali sejumah seragam serta alat pelindung diri (APD) yang akan dikenakan selama pelatihan berlangsung. Perlengkapan tersebut terdiri dari masker asap, sepatu boot, kacamata pelindung, helm proyek serta sarung tangan.

Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh pengetahuan teknis terkait prosedur penanganan kebakaran hutan dan lahan. Mulai dari pemantauan dan pelaporan, pengecekan lapangan hingga melakukan pemadaman dini. Tak kalah menarik, peserta juga dilatih baris-berbaris hingga cara menggunakan bahasa isyarat dalam langkah penanganan kebakaran. Materi ini dibawakan oleh oleh Shahar Al Haqq dan Warsono Sapto dari pihak KPH Telake.

Prayoga Adi, narasumber dari KBCF, memaparkan ihwal penggunaan aplikasi Avenza Maps. Seluruh peserta diarahkan untuk mengunduh aplikasi Avenza Maps dari gawai masing-masing.  “Alat ini digunakan untuk mengambil titik koordinat lokasi kebakaran dan mengukur perkiraan luasan areal terbakar,” jelas Yoga.

Materi lalu dilanjutkan dengan simulasi lapangan untuk mencari titik lokasi kebakaran yang telah disiapkan panitia. Setiap regu diperintahkan untuk melakukan simulasi pengambilan titik koordinat lokasi kebakaran, mengukur areal terbakar hingga melaporkan kejadian.

Adapula pelatihan membuat sekat bakar. Shahar dan Rudi selaku pemateri mengungkapkan, pelatihan ini didasari oleh budaya masyarakat lokal yang membuka ladang dengan cara membakar dalam skala kecil dan terjaga. Ronald, salah seorang peserta dari Kampung Lakan Bilem menuturkan alasan masyarakat melakukan pembakaran, “Masyarakat membakar ladang gunanya untuk menyuburkan tanah dan hasil dari pembakaran dapat membuat lahan kami menjadi lebih bersih. Memang sebagian besar masyarakat membuka ladang dengan membakar, namun tidak sampai terjadi kebakaran hutan yang besar,” terangnya. 

Di akhir sesi pelatihan, peserta melakukan praktik memadamkan kebakaran. Antusias dan semangat peserta masih membara. Walau api telah dipadamkan, namun semangat peserta tidak pernah padam. Seluruh sesi praktik telah usai dilakukan. Para peserta kembali berkumpul untuk melaksanakan upacara penutupan.

Shahar Al Haqq dari pihak KPH Telake berpendapat bahwa pelatihan seperti ini sebaiknya rutin dilakukan. “Kegiatan seperti ini bisa menjaga kebugaran fisik dan jasmani tim LPHD dan melatih kemampuan tim dalam penggunaan alat agar lebih mahir,” tutupnya.

Artikel Serupa