{"id":27009000,"date":"2024-08-29T15:00:00","date_gmt":"2024-08-29T07:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kawalborneo.org\/?post_type=berita-publikasi&#038;p=27009000"},"modified":"2026-10-14T16:53:39","modified_gmt":"2026-10-14T08:53:39","slug":"olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual","status":"publish","type":"berita-publikasi","link":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/","title":{"rendered":"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Anger<\/em> dan <em>beruru <\/em>merupakan tumbuhan lokal Kampung Juaq Asa yang sedang menjadi perbincangan warga setempat. Masyarakat menyebut kedua tumbuhan tersebut sebagai <em>akar.<\/em> Pasalnya, tumbuhan yang banyak ditemui di dalam dan sekitar Hutan Desa Juaq Asa tersebut memiliki khasiat yang tidak biasa. Secara turun-temurun, Masyarakat memanfaatkan kedua tumbuhan tersebut sebagai sampo. Warga lokal biasa memakainya seusai berkegiatan di ladang ataupun hutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) saat mendata potensi Hutan Desa bersama masyarakat, menemukan peluang usaha dari pengembangan produk sampo herbal berbahan baku <em>akar <\/em>tersebut<em>. <\/em>Agar pengelolaan usaha menjadi tertata, dibentuklah kelompok usaha yang mayoritas diisi oleh perempuan, yakni KUPS HHBK <em>Waweeq Beniung<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu, 28 Agustus 2024, di sela rangkaian kegiatan pengembangan produk yang diinisiasi KBCF, masyarakat turut dilatih langsung cara pembuatan sampo. Mulai dari memanen tumbuhan, mengolah, membuat label, hingga memasarkan. \u201cIni kali pertama masyarakat coba mengolah sampo ini. Biasanya, <em>akar<\/em> ini hanya dipukul-pukul, lalu dicelupkan ke dalam air, dan diperas. Air perasan ini yang dijadikan sampo,\u201d ujar Mochammad Hasan, pendamping KBCF.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0022-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27009001\" style=\"width:620px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0022-980x551.jpg 980w, https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0022-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ali Akhmad, selaku narasumber dari KBCF memandu peserta pelatihan. \u201cKomposisi bahan sederhana saja, hanya <em>akar<\/em>, air, dan bahan kimia untuk menstimulasi busa yakni texapon,\u201d jelasnya. Ia melanjutkan, untuk perbandingan bahan antara lain satu kilogam akar, lalu ditambahkan lima liter air serta 20 mililiter texapon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses pengolahan dimulai dengan merendam satu kilogram akar di dalam lima liter air selama enam jam. Proses ini dilakukan untuk memperoleh ekstrak akar secara maksimal. Penentuan lama perendaman berdasarkan pengamatan yang sebelumnya dilakukan oleh Ali Akhmad. \u201cDilakukan percobaan merendam akar dengan selang waktu satu hingga tujuh jam. Saat perendaman satu hingga lima jam ternyata belum optimal, tapi jika direndam selama tujuh jam, akar mulai menimbulkan aroma kurang sedap akibat terfermentasi. Jadi kami simpulkan, waktu optimal adalah merendam selama enam jam,\u201d tutur Ali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses selanjutnya, sebanyak 200 mililiter air rendaman diciduk untuk melarutkan 20 mililiter texapon. Setelah itu, dimasukkan lagi ke dalam air rendaman dan diaduk. Setelah muncul busa yang dirasa pas, akar lalu diperas. Air hasil perasan kemudian disaring lalu dimasukkan ke dalam wadah\/botol yang sudah disiapkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"574\" src=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0024-1024x574.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27009003\" style=\"aspect-ratio:1.783978948656753;width:430px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0024-980x550.jpg 980w, https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0024-480x269.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut pendamping KBCF, Mochammad Hasan, perlu banyak perbaikan dari sisi kemasan dan label. \u201cKita akan coba beberapa kemasan botol yang ukuran dan bentuknya lebih pas dan bisa memuat label serta komposisi produk,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menambahkan, saat ini sudah ada beberapa produk terjual. \u201cKita jual kepada masyarakat sekitar dulu. Saat ini kita fokuskan kepada kualitas produk terlebih dahulu, sebelum dipasarkan lebih luas,\u201d tambah Hasan. Selain belajar mengolah sampo, peserta juga dilatih membuat rencana bisnis, akses modal serta membuat catatan penjualan dan pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Saleng, warga lokal yang berprofesi sebagai penyapu jalan di Kutai Barat menunjukkan antusiasmenya mengikuti pelatihan. Adapula Ibu Maria, Ibu rumah tangga yang kesehariannya berladang. Mereka mengaku tertarik untuk ikut mengembangkan produk lokal. \u201cIni sampo lokal yang sudah turun temurun, kami senang bila dikembangkan,\u201d kata Maria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai rencana tindak lanjut, anggota perempuan lainnya juga berharap agar kedepannya diadakan pelatihan untuk memberi aroma sampo. Mereka mengusulkan untuk mencoba menambahkan tanaman aromatik seperti sereh ataupun mawar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0020-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-27009002\" style=\"width:620px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0020-980x551.jpg 980w, https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0020-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>","protected":false},"featured_media":27009004,"template":"","meta":{"_acf_changed":false},"kategori_berita_publikasi":[45],"class_list":["post-27009000","berita-publikasi","type-berita-publikasi","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","kategori_berita_publikasi-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anger dan beruru merupakan tumbuhan lokal Kampung Juaq Asa yang sedang menjadi perbincangan warga setempat. Masyarakat menyebut kedua tumbuhan tersebut sebagai akar. Pasalnya, tumbuhan yang banyak ditemui di dalam dan sekitar Hutan Desa Juaq Asa tersebut memiliki khasiat yang tidak biasa. Secara turun-temurun, Masyarakat memanfaatkan kedua tumbuhan tersebut sebagai sampo. Warga lokal biasa memakainya seusai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kawal Borneo\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-14T08:53:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1439\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/\",\"name\":\"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg\",\"datePublished\":\"2024-08-29T07:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-14T08:53:39+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg\",\"width\":2560,\"height\":1439},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/berita-publikasi\\\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/\",\"name\":\"Kawal Borneo\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#organization\",\"name\":\"Kawal Borneo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/logo-kawal_OK-scaled.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/logo-kawal_OK-scaled.png\",\"width\":2560,\"height\":967,\"caption\":\"Kawal Borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kawalborneo.org\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo","og_description":"Anger dan beruru merupakan tumbuhan lokal Kampung Juaq Asa yang sedang menjadi perbincangan warga setempat. Masyarakat menyebut kedua tumbuhan tersebut sebagai akar. Pasalnya, tumbuhan yang banyak ditemui di dalam dan sekitar Hutan Desa Juaq Asa tersebut memiliki khasiat yang tidak biasa. Secara turun-temurun, Masyarakat memanfaatkan kedua tumbuhan tersebut sebagai sampo. Warga lokal biasa memakainya seusai [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/","og_site_name":"Kawal Borneo","article_modified_time":"2026-10-14T08:53:39+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1439,"url":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/","url":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/","name":"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual - Kawal Borneo","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg","datePublished":"2024-08-29T07:00:00+00:00","dateModified":"2026-10-14T08:53:39+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/#primaryimage","url":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20240926-WA0002-scaled.jpg","width":2560,"height":1439},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/berita-publikasi\/olah-tumbuhan-lokal-menjadi-sampo-bernilai-jual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/kawalborneo.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Olah Tumbuhan Lokal Menjadi Sampo Bernilai Jual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#website","url":"https:\/\/kawalborneo.org\/","name":"Kawal Borneo","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kawalborneo.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#organization","name":"Kawal Borneo","url":"https:\/\/kawalborneo.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/logo-kawal_OK-scaled.png","contentUrl":"https:\/\/kawalborneo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/logo-kawal_OK-scaled.png","width":2560,"height":967,"caption":"Kawal Borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/kawalborneo.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/berita-publikasi\/27009000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/berita-publikasi"}],"about":[{"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/berita-publikasi"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27009004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27009000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"kategori_berita_publikasi","embeddable":true,"href":"https:\/\/kawalborneo.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/kategori_berita_publikasi?post=27009000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}