KTH Luan Belajar Kelola Rencana Usaha di Alam Terbuka

25 Juli 2024

Ahmad Tsaqib

Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mengadakan pelatihan penyusunan rencana usaha Perhutanan Sosial bagi para petani hutan di Desa Luan, Kabupaten Paser. Tak seperti pelatihan pada umumnya yang digelar di dalam ruangan, kali ini digunakan konsep belajar bersama di alam terbuka.

Tepatnya 24 Juli 2024, berlokasi di halaman rumah produksi pupuk kompos milik salah seorang warga, kegiatan ini pun dimulai. Belasan peserta turut hadir memeriahkan acara, diantaranya kelompok tani hutan (KTH) Desa Luan serta kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) meto penyombolun. Turut pula hadir pemerintah Desa Luan yang diwakili sekretaris desa sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan.

Ali Akhmad selaku narasumber dari KBCF menyebut, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok dalam perencanaan usaha. “Pelatihan ini hadir untuk membekali KUPS dan KTH agar memiliki pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengelolaan dan perencanaan usaha yang tepat,” ungkapnya. Selain itu, kelompok juga dibekali pengetahuan manajemen produksi, sumber daya manusia serta keuangan. Peserta diharapkan mengetahui teknik menyusun business plan yang efektif.

Bukan tanpa alasan pelatihan didesain di ruangan terbuka. Selain lebih dekat dengan alam, peserta juga belajar teori sembari mempraktikkan secara langsung. “Dengan metode seperti ini, kami jadi lebih mudah menangkap materi yang disampaikan,” ujar salah seorang peserta. Di forum ini, peserta juga saling bertukar pikiran dan pengalaman ihwal pengembangan usaha.

Berdasarkan diskusi, tercatat usaha yang ingin dikembangkan berupa jamu atau minuman herbal serta pupuk kompos. “Ramuan jamu kami terdiri dari jahe merah, sereh, ketumbar serta cengkeh yang sebagian kami tanam sendiri,” tutur salah seorang anggota KUPS. Baik jamu maupun pupuk kompos tersebut sebelumnya sudah diproduksi warga, namun hasilnya belum optimal.

Sebelum mengakhiri pelatihan, forum bersama-sama merumuskan rencana tindak lanjut. “Kedepannya, kami akan fokus meningkatkan kualitas produk, desain kemasan serta rencana kerjasama antara KUPS minuman herbal dengan beberapa hotel lokal di Kabupaten Paser. Hotel ini diharapkan bisa menjadi pasar bagi olahan jamu yang diolah,” tutup Ali. (JH)

Artikel Serupa