Desa Lombok yang berlokasi di Kabupaten Paser, diketahui telah mengantongi izin PS dengan skema Hutan Desa sejak Maret 2024. Akses legal kelola hutan yang diberikan, selaras dengan tanggung jawab pengelolaan yang adil dan lestari, serta komitmen terhadap perlindungan kawasan. Untuk mendukung upaya tersebut, Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) mendampingi dan melatih cara efektif memantau hutan, yakni dengan memperkenalkan platform Global Forest Watch (GFW) serta aplikasi avenza maps.
Kamis, 22 Agustus 2024, Balai Pertemuan Umum Desa lombok tampak dipadati peserta kegiatan. Tak kurang dari 29 orang tercatat mengikuti pelatihan. Tidak hanya lembaga pengelola hutan desa, peserta juga dihadiri oleh pemerintah desa, BPD, juga karang taruna. Bukan hanya laki-laki, perwakilan kelompok perempuan juga tampak antusias mengikuti.
Pelatihan dibagi menjadi dua sesi, yakni simulasi dan praktik langsung ke dalam hutan desa. Akses jaringan internet yang terbilang mudah, membuat proses berjalan lancar. Peserta dapat mengikuti dan memahami materi yang disampaikan. Prayoga Adi, narasumber pelatihan mengatakan bahwa platform ini (GFW dan Avenza maps) mempermudah dalam memantau adanya potensi kehilangan tutupan pohon di dalam kawasan.
“Hasil pemantauan melalui aplikasi, bisa jadi acuan untuk membuat program perlindungan kawasan yang nantinya dicantumkan dalam rencana kelola perhutanan sosial,” Ujar Yoga.
Memasuki sesi akhir pelatihan, kegiatan diteruskan dengan praktik langsung memantau kondisi Hutan Desa Lombok. “Karena akses yang cukup sulit dan menantang, hanya lima peserta saja yang ikut masuk ke hutan,” ungkap Yoga. Hujan tampak mengguyur perlahan saat perjalanan menuju hutan, namun tidak menyurutkan semangat peserta.
Perihal tindak lanjut, peserta mengaku akan mempraktikkan ilmu yang diperoleh dan menuangkan hasil pemantauannya ke dalam RKPS. “Lewat hasil pemantauan di aplikasi ini, kami akan coba menyusun program yang sesuai. Bisa dengan memasang spanduk larangan berburu dan menebang pohon, hingga patroli rutin ke dalam kawasan,” tutup salah seorang peserta.




