Dukungan Pemerintah dalam Pengelolaan Perhutanan Sosial di Kutai Timur

7 June 2023

Ahmad Tsaqib

Selasa, 06 Juni 2023, Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) menyelenggarakan Workshop Dukungan terhadap Program Perhutanan Sosial (PS) bagi Perempuan dan Generasi Muda (PSPGM) di Kutai Timur. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Pertemuan ini dihadiri oleh sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD_ di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. PSPGM sendiri adalah sebuah program yang dilaksanakan KBCF yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF) Indonesia yang bertujuan mendorong secara khusus peran perempuan dan pemuda dalam mengelola hutan.

Kegiatan ini menargetkan adanya dukungan Pemerintah Kabupaten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pengembangan Program PS di daerah tersebut. Pengembangan ini ditujukan untuk mencapai kesejahteraan sosial, ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat lokal khususnya perempuan dan pemuda pengelola hutan. Sebagaimana prinsip tata kelola area PS yang dibagi menjadi kelola kawasan, lembaga dan usaha, workshop ini juga mendorong secara khusus dukungan pemerintah daerah untuk mendukung usaha PS di tingkat desa. 

Pertemuan diawali pembukaan yang disampaikan secara langsung oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kutai Timur, Noviari Noor. Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kutai Timur, Noviari Noor menyampaikan bahwa program PS selaras dengan tujuan dan arah pembangunan Kabupaten Kutai Timur. Hal ini tertuang dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yang saat ini sedang disusun oleh Bappeda bersama instansi terkait. Oleh karena itu, Pemerintah Kutai Timur menyambut baik adanya inisiasi tersebut oleh Kawal Borneo Community Foundation (KBCF).

Melalui program PSPGM, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi perempuan dan generasi muda dalam pengelolaan hutan. Perempuan dan generasi muda yang tinggal di sekitar/dalam kawasan hutan memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan hasil hutan secara umum. Praktik-praktik berkelanjutan dalam pengelolaan sumberdaya alam telah banyak mereka lalui, sehingga memunculkan sisi-sisi kearifan lokal. Pelibatan perempuan dan generasi muda dalam PS akan memberikan dampak pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sehingga akan memberi dorongan pada peningkatan status sosial maupun ekonominya secara berkelanjutan.

Untuk menjamin terlaksananya sistem PS bagi perempuan dan generasi muda, maka perlu adanya pemberian kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan akses terhadap lahan dan hutan, kebijakan-kebijakan yang mendukung serta peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, sehingga dengan adanya pelibatan perempuan dan generasi muda dalam sistem perhutanan sosial diharapkan dapat menjamin keberlanjutan ekosistem di masa mendatang. Hal ini direspons oleh Bappeda Kutai Timur yang menyatakan dukungan untuk berkoordinasi ke setiap OPD agar membuat program yang mendukung Program PS di Kutai Timur. 

Artikel Serupa