Kawal Borneo Community Foundation (KBCF) adalah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak pada isu pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan Timur. Sejak tahun 2008, KBCF mendampingi kelompok masyarakat untuk mengelola berbagai komoditi dan potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan oleh komunitas lokal. KBCF mendorong berbagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar kelompok dapat mengelola sumber daya alam secara mandiri.
Saat ini, KBCF sedang mendorong upaya pengelolaan karet berkelanjutan di Kalimantan Timur. Didukung oleh Ksapa, KBCF sedang melakukan kajian diagnostik pengelolaan karet di tiga kabupaten. Di antaranya, Balikpapan, Kutai Barat dan Kutai Kartanegara. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan pengelolaan karet di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kalimantan Timur tahun 2021, Kutai Barat memiliki potensi perkebunan karet seluas 35.483 Hektare dengan total produksi 25.839 Ton. Angka ini menunjukkan Kutai Barat menjadi daerah penghasil karet terbesar di Kalimantan Timur. Akan tetapi, masih ditemukan beberapa kendala dalam pengelolaan karet. Contohnya, harga jual rendah, harga produksi yang cukup tinggi hingga pengelolaan karet yang masih belum memenuhi standar yang baik.
Pada April 2023, tim KBCF melakukan pengkajian pengelolaan karet di Kutai Barat. Kegiatan ini diawali dengan pengambilan data lapangan yang dilakukan di empat kampung yaitu Ombau Asa, Juaq Asa, Linggang Amer dan Sekolaq Muliaq. Berdasarkan hasil identifikasi, ada ±1.500 petani karet dari empat kampung tersebut dengan rata rata penghasilan 198 Kilogram karet basah perbulannya. Untuk pemasaran, petani masih memanfaatkan pengepul untuk menjual karet basahnya.

Selain potensi, tim juga menemukan kendala pengelolaan karet yang dihadapi petani. Salah satu kendala terbesar yaitu harga jual yang murah. Karet basah dijual seharga Rp. 7.500/Kilogram. Rata-rata pendapatan petani berkisar dari Rp. 1.500.000 – 1.800.000 dari luas lahan 1 Hektare. Pendapatan ini tergolong rendah. Biaya pemeliharaan alat dan harga pupuk yang cukup tinggi juga menjadi persoalan dan berdampak terhadap penghasilan petani karet. Sehingga dengan harga yang relatif rendah belum cukup memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat yang bekerja di sektor pertanian karet.
Studi diagnosis yang dilakukan, bertujuan mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh petani. Setelah pengambilan data lapangan, KBCF berupaya untuk melakukan pendampingan bagi kelompok tani karet. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas petani agar dapat mengelola karet yang memenuhi standar. Hal ini ditujukan agar petani dapat menghasilkan karet bernilai tinggi sehingga harga karet dapat bersaing di pasaran dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet.




