Ibu-Ibu di Desa Lombok Siap Bentuk KUPS dengan Inisiasi Produk Nugget Jamur, Berbasis Pangan Lokal

17 April 2025

Ahmad Tsaqib

Desa Lombok, 16 April 2025 – Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Lombok, Kecamatan Longikis, khususnya yang tergabung dalam kelompok ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Doyam Tangko Lapan, tengah memulai langkah dalam memberdayakan ekonomi lokal dengan upaya mengembangkan produk olahan pangan berbahan dasar jamur tiram. Produk perdana yang diuji coba adalah nugget jamur, yang menjadi bagian dari inisiatif pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di desa tersebut kedepannya.

Kegiatan ini berlangsung di rumah Ibu Sutiah, Ketua RT 09, dan diikuti oleh beberapa ibu-ibu PKK yang sangat antusias. Meskipun dua kali uji coba, pembuatan nugget belum membuahkan hasil yang memuaskan. Ibu-ibu tersebut optimis bahwa dengan formula terbaru yang akan dicoba pada tahap berikutnya, produk olahan ini akan segera tersedia untuk dikembangkan lebih lanjut.

Menanggapi hasil uji coba tersebut, Ibu Sutiah mengungkapkan, “Dengan adanya uji coba kemarin untuk membuat nugget jamur, tentu kami sangat senang. Walaupun gagal dalam teksturnya, tapi kami akan mencoba lagi sampai berhasil. Pelatihan ini juga sangat membantu ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan. Kami berharap produk ini bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi keluarga kami.”

Inisiatif ini berfokus pada pengolahan produk turunan jamur tiram dengan nugget dan pempek jamur sebagai produk unggulan nantinya. Sementara itu, budidaya jamur tiram akan menjadi bagian dari pendukung utama bagi keberlanjutan usaha ini. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung perekonomian lokal melalui penciptaan peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang selama ini mencari alternatif penghasilan tambahan.

Jamur tiram dipilih karena selain mudah dibudidayakan, juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Harga jual jamur tiram di pasar bisa mencapai Rp40.000 per kilogram, sementara satu hari budidaya dengan 1.000 baglog jamur tiram dapat menghasilkan 4 hingga 5 kilogram, yang setara dengan penghasilan mencapai Rp.200.000 per hari.

Kedepannya, apabila Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sudah terbentuk, diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Selain itu, usaha ini akan mendukung program pangan bergizi yang sejalan dengan tujuan nasional dalam menciptakan ketahanan pangan dan memperdayakan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, serta dengan dukungan pelatihan dan pembinaan yang terus menerus, inisiatif ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam kesejahteraan masyarakat desa dan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem hutan melalui pemberdayaan sumber daya alam lokal.

Artikel Serupa